Selasa, 20 Desember 2016

MaYah

Terimakasih ma telah memilihkan ayah yang hebat untukku, Terimakasih yah telah memilihkan mama yang sangat hebat untukku.

Sedih itu ketika aku tidak tau apa hal yang paling dibutuhkan oleh orang tuaku, biasanya aku tau apa kebutuhan mereka dan aku langsung berusaha memenuhi keinginan mereka walau mereka menolak dan berkata tak membutuhkannya. Tapi sekarang aku tak sanggup mengetahui keinginan mereka yang paling dalam.
Maaf Ma, maaf Yah.

minta apapun asal jangan dulu minta cucu...

Capek


Alhamdulillah ketika lelah menjadi berkah. Setiap kali aku ingin mengeluh dan sedikit mengungkapkan rasa lelah, ada mama yang selalu mengingatkan aku untuk ikhlas dan niat karena Allah maka akan menjadi ibadah yang insyaalah Pahala untukku

Alhamdulillah setiap ada pekerjaan menumpuk, ada mama di fikiranku yang seakan selalu senantiasa mengingatkan untuk bersabar semua pasti terselesaikan.

Alhamdulillah aku mempunyai mama sehebat mamaku, terimakasih ya Allah. Terimakasih ayahku, terimakasih engkau telah memilihkan mama yang hebat untukku.

Selasa, 06 Desember 2016

single


Iya memang benar dari dulu aku terbiasa tergantung dengan pasanganku, aku terbiasa dengan status berpacaran, bertunangan hingga hampir menikah. Namun sekarang aku ingin menikmati kesendirianku, dipandangan beberapa orang mungkin aku orang yang gagal dalam percintaan dan dimata beberapa orang mungkin aku orang yang takut memulai hubungan lain. itu terserah kepada mereka yang memandang dan dengan sukarela ingin menilai ku, namun bagiku saat ini adalah saat paling bahagiaku. Aku bisa menikmati hidupku tanpa harus memikirkan perasaan orang lain atau menjadi yang orang lain inginkan, aku bebas menjadi diriku sendiri sebagai seorang gadis.

Maaf bukan cuek, jual mahal atau sok cantik. aku tetap menjadi diriku sendiri dengan banyak kekurangan dan masih tetap proses belajar hanya saja untuk saat ini aku belum bisa membuka hati untuk siapapun baik itu orang lama atau orang baru. secara halus penolakan ku "dapapo" kalau ada yang bisa mengerti sih Alhamdulillah tapi kalau mau bertahan sih terserah hehhee

aku akhir-akhir ini kembali ke hobby aku nonton film dan aargh kan terbawa suasana lagi, setiap aku nonton maka aku akan mempunyai kriteria pria yang berbeda sesuai dengan pria yang ada di film yang aku tonton. Tapi satu hal yang sama yaitu ketulusan yang hingga saat ini masih aku cari dan tetap kriteria yang utama.

aku berteman dan bersosialisasi dengan orang dengan ketulusan dan niatku baik, terserah orang mau menilai bagaimana. yang penting baik dulu, kalau dibalas jahat mah itu urusan dia sama ALLAH

Jadi tolong dimaklumi ya